Sabtu, 13 Oktober 2018

Kenangan

     
           



          senantiasa syukur terucap dengan lafaz Alhamdulillahirabbil 'alamin di lisan kita dan sholawat  serta salam kepada junjungan nabi besar Muhammad SAW senaantiasa terdawam di lisan dan hati kita. tiada manusia sempurna yang diciptakan oleh Sang Maha Sempurna kecuali baginda kita Muhammad SAW.


       setiap perjalanan mengukir kenangan sebagai pengingat atas apa yang telah kita lakukan, sebagai tolak ukur terhadap banyaknya kebaikan dan kesalahan yang kita lakukan. manusia yang cerdas ialah yang mampu memetik hikmah dari setiap perjalanan yang ia lalui, entah perjalanan itu diatas jalan aspal yang mulus atau di jalan yang rusak penuh batu. terkadang melalui jalan yang yang rusak kemudian jalan aspal yang mulus lebih banyak menyimpan kesan daripada sebaliknya. setiap aktivitas yang membutuhkan banyak pengorbanan pada akhirnya selalu dijemput dengan kemuliaan dan cinta.


        satu persatu kenangan yang penuh dengan kemuliaan dan cinta juga suatu saat akan berakhir, ketika keduanya berada pada titik jenuh maka keduanya akan tumpah dan hilang,. ini memberikan kita isyarat bahwa ternyata semua kemuliaan dan cinta yang kita inginkan dan yang sudah kita dapatkan selama masih berada dalam wadah yang namanya dunia maka itu tidak ada apa2nya. kemuliaan dan cinta yang sesungguhnya adalah ketika kita bisa meraih kemulian dan cinta yang akan mengantarkan kita pada pemilik kemuliaan dan cinta yang sejati yakni Allah SWT.


      setiap manusia apapun bentuknya, bagaimanapun kedudukannya dan seberapa tenarpun ia suatu saat ia akan menghadapi yang namanya kematian sebagaimana Firman Allah dalam AlQuran bahwa "setiap yang bernyawa pasti mati". kematian adalah hal mutlak yang pasti terjadi terhadap manusia, sikap kita terhadap pesan tersebut adalah beramal semaksimal mungkin dan menghindari maksiat sejauh jahunya untuk mendapatkan kemuliaan dariNya dan CintaNya. kenangan hadir sebagai bahan intropeksi kita untuk menjadi yang lebih baik daripada kebaikan yang ada di dalam kenangan itu sendiri.


      saya mengajak diri saya sendiri untuk senantiasa bermuhasabah/ intropeksi diri sejauh mana saya meninggalkan maksiat dan sekuat apa saya istiqomah dijalanNya. bagi para pembaca semoga bisa mengambil hikmah dari tulisan ini, kesempurnaan hanya milikNya banyak salah dalam tulisan ini penulis mohon maaf dan kritikan yang membangun senantiasa diterima dengan dengan baik.
semoga kita istiqomah dan setia di dijalan Allah Rasulnya, menggigit sekuat tenaga AlQuran dan sunnah dengan gigi geraham kita sehingga langkah kita adalah sunnah, akhlaq kita adalah AlQuran. Allahumma Sholli 'Ala sayyidina Muhammad wa 'ala aali sayyidina muhammad.


Jumat, 12 Oktober 2018

Menuntut Ilmu

       Menuntu ilmu adalah sebuah kewajiban bagi seluruh umat muslim laki - laki dan perempuan baik ilmu yang sifat nya fardu ain ataupun fardu kifayah. didalam menuntut tentulah dibutuhkan banyak pengorbanan sebagaimana pesan imam syafi'i berkata ada 6 syarat untuk menuntut ilmu, yakni :
1. cerdas
     setiap manusia dianugrahkan akal sehingga semua manusia memilki potensi menjadi orang cerdas di masing - masing disiplin ilmu baik cerdas spritual, intelektual, maupun emosional. akan tetapi sebaik - baik manusia ialah yang cerdas didalam ilmu agama dan pengamalan ilmu agama.
2. semangat
      kecerdasan manusia tidak datang begitu saja melainkan perlu di gali dan di asah, didalam menuntut ilmu semangat diperlukan sebagai pemicu dan pendorong kita agar tetap istiqomah di dalam belajar. ada banyak  cara untuk membangkitkan semangat seseorang, setiap orang berbeda beda tergantung kondisi psikologisnya.
3. biaya
     biaya adalah sebuah hal penting didalam menuntut ilmu karna akan menunjang kelangsungan hidup kita dan kemudahan mobilitas dari satu guru ke guru yang lain. dengan adanya biaya sarana dan prasarana yang dibutuhkan ketika kita belajar akan terpenuhi sehingga kualitas output kita ketika selesai di suatu disiplin ilmu memadai
4. sabar
     mengingat banyaknya ujian dan tantangan ketika kita menuntu ilmu maka kesabaran menjadi sahabat yang tak boleh kita biarkan sendiri, antara kita dan sabar harus senantiasa bersama di setiap keadaan. Allah SWT didalam AlQuran mengingatkan kita untuk senantiasa menjadikan sabar dan sholat sebagi penolong kita. lantas sabar itu yang mana ? apakah yang memiliki batasan itu disebut sabar ? sabar ialah ketika kita mampu bertahan dititik puncak ujian dan tantangan, ketika tantangan itu datang berkali - kali dan kita mampu bertahan maka ketika itu sabar ada disamping kita mendapingi dan menepuk pundak kita seraya berkata "tantangan ini akan memuliakanmu jika kamu bertahan"
5. minta petunjuk pada ustadz
    Yang tak kalah penting adalah minta bimbingan kepada guru, ketika belajar agama kita mengenal yang namanya ustadz, kiyai dan para ulama tentunya bimbingan dari mereka sangat diperlukan karna "siapa yang belajar agama tanpa guru maka gurunya adalah syetan", di setiap disiplin ilmu membutuhkan bimbingan dari orang yang berkompeten di bidang tersebut sehingga kemaslahatan dan berkah dari ilmu tersebut bisa dirasakan.
6. waktu yang panjang
    seorang penuntut ilmu membutuhkan waktu yang panjang untuk mendapatkan kemanfaatan dari suatu disiplin ilmu yang ia pelajari, sehingga suatu saat dia bisa berArgumen dengan benar sesuai dengan ilmunya. yang tak kalah penting dia bisa menerapkan ilmunya dimanapun ia berada dan dalam kondisi apapun. waktu yang panjang mengajarkan kesetiaan yang di mana akan menstimulasi CINTA untuk hadir didalamya. seseorang yang telah jatuh cinta pada ilmu akan senantiasa berlama lama dengan suatu ilmu.

untuk setiap penuntut ilmu ini adalah sekilas pesan - pesan yang semoga dengannya kita bisa senantiasa semangat menuntut ilmu dimanapun kita berada dan dalam kondisi apapun. pengorbanan memang selalu harus hadir untuk mendapatkan kemuliaan - kemuliaan. Dan terkhusus bagi teman - teman seperjuanganku di SMA NEGERI 2 MAJENE kelas Scrent semoga senantiasa semangat dan tabah dalam menuntut ilmu.